Setiap orang pasti punya pengalaman yang tak akan terlupakan, entah itu pengalaman bersama keluarga, teman, pacar, tetangga, pacar tetangga (loh?) atau pengalaman sendiri. Kebanyakan pengalaman itu lucu, menyedihkan, menyebalkan, atau mungkin biasa-biasa aja. Kenangan biasa-biasa aja. Hmm.. menurut saya mereka kasian, mereka terlupakan. Padahal, dari pengalaman biasa-biasa aja (PBBA) itulah bisa timbul kesan tersendiri. Dari rutinitas kita sehari-hari pasti ada sesuatu yang biasa, akan tetapi setelah kita mengingat kembali pasti ada sesuatu yang berbeda, dengan kata lain tidak ada rutinitas yang sama persisi yang kita lakukan. Saya teringat waktu saya SMP disuruh mengarang menceritakan kembali cerita lucu. Susah ternyata mengingat hal-hal lucu, malah yang teringat pengalaman sehari-hari. Itu membuktikan bahwa pengalaman sehari-hari alias PBBA yang justru sangat teringat oleh kita (teori dari mana tuh?)
Pusing kan? (sama..o_0)
Intinya, pada postingan (pertamaxx) kali ini saya ingin share PBBA saya. Dari pada lupa.
Waktu : lupa
Tempat : lupa lagi
Emmm...saya bingung mulai dari mana, soalnya pengalaman ini adalah pengalaman sehari-hari yang saya lakukan berulang-ulang. Misalnya saat saya pas lagi naik motor, menyusuri jalanan kota di malam hari. Bagi beberapa orang hal itu merupakan hal biasa, tapi bagi saya hal itu justru membuat saya berimajinasi dan memikirkan banyak hal. Situasi jalanan menginspirasi saya. Tiba-tiba ada hal yang muncul di kepala saya begitu saja. Kadang situasi unik membuat saya berandai-andai, bagaimana jika saya berada pada posisi itu. Misalnya ada kecelakaan di jalan dan ga ada orang yang datang segera menolong, saya penasaran bagaimana rasanya menjadi korban? Pasti sakit ya? (kok jadi ngelantur gini)
Ada juga nih pengalaman saya yang menyebalkan, tapi biasa-biasa aja. Ketika itu saya habis kecelakaan jatuh dari motor, pastinya saya dapat cinderamata berupa sepasang lecet di lutut dan sikut. Anehnya pas saya habis cerita tentang hal itu pada orang lain tanggapannya pasti “motornya ga papa kan?”. Wah rasanya ingin memberinya sepasang lecet di jid*t tu orang. Tapi itu pasti hal biasa yang pernah dialami orang lain juga kan? Setelah itu lupa deh.
Cerita PBBA yang lain, ketika mandi. Setiap orang pasti mandi, kecuali yang tidak mandi. Pengalaman setiap orang pasti juga berbeda-beda ketika melakukan ritual itu. Ada yang cukup “gebyur-gebyur” dengan lima gayung air, ada pula yang mandi sampai menghabiskan lima album lagu (itu mandi apa rekaman?). Pasti setiap orang punya kesan tersendiri ketika mandi. Kalau saya mandi ya menyesuaikan, pas lagi terburu-buru cukup lima gayung air berikut dengan sabun di badan. Ketika sedang luang ya sampai habis satu bak mandi.
Kayaknya ceritanya ga usah dilanjutin aja, tambah ngelantur soalnya. Intinya jangan lupakan pengalaman yang buatmu ga penting, mungkin PBBA adalah pembelajaran supaya kita lebih hati-hati dan menginstrospeksi diri. So, mulailah dari diri anda sendiri.
Oke, sudah ya? Udah ga punya ide lagi nih. See you another post J